Pages

ALBUM

Minggu, Januari 10, 2010

Rinduku Untukmu

Oleh : Setyo arie kusmawan (argon)

Jiwaku, Jiwanya dan Jiwamu selalu bersama Sang pencipta alam
Do’a dan syukur yang terpanjatkan akan terbang bersama sayap-sayap kehidupan
Tersenyumlah umat yang dimuliakan……..
Jangan bersedih dan jangan menyerah
Apa yang diberikan pasti mempunyai sejuta makna

Kupendam rasa ini yang selalu mengenangMu....
Ingin ku raih cita & cinta tapi asa ujungnya....
Hanya senyum yang ada demi kebahagianMu..
Tataplah hari esok tuk secercah cahaya.....

Rohmu kini datang untuk membangkitkan keterpurukanku
Puja angan terus dikumandangkan
Terik cinta tak kunjung reda
Yakinlah dengan harapanMu karena itulah wujudMu

22 Desember

Oleh : setyo ari kusmawan (argon),

Hari ini adalah hari mu
Engkau sudah lama tak berseri
Melihat ketidak adilan di ranah pertiwi
Hatimu kini luka , melihat hasil bumi dan tambang telah di curi
Kini engkau menjadi kuli di negerimu sendiri

Di harimu ini ingin ku simpuh dan kubasuh kakimu
Agar telapak kakimu bersih dari kotor kemunafikan

Diharimu ini pula anakmu mengharap ;
Agar tidak ada lagi perbedaan keadilan, suku dan agama

Kita ingin hidup bahagia ibu
Kita ingin hidup sejahtera ibu
Kita ingin hidup damai ibu
Walaupun itu hanya sebuah mimpi-mimpi anakmu

Semoga engkau kembali ke trahmu untuk mewujudkan Negeri ini menuju tatanan masyarakat yang berkeadilan sosial bagi seluruh anak-anakmu.

Sabtu, Januari 09, 2010

Perempuan Itu Ibuku

Oleh : Setyo Arie Kusmawan (Argon)

Perempuan itu kini sudah renta

Mulai ku dengar cerita dukamu masa lalu,
Di saat usia kandunganmu beranjak 7 bulan untuk anak pertamamu, engkau sudah mendapatkan derita diawal tahun 1966, rumahmu telah dikepung oleh ratusan jagal-jagal manusia.

Engkau ditidurkan diatas meja dikalungi sebuah celurit untuk mengaku bahwa dirimu seorang GERWANI.

Selain lehermu dikalungi sebuah celurit untuk membuatmu mengaku, disodorkan potongan daun telinga dengan darah segar yang masih menetes, sangat jelas daun telinga itu kepunyaan seseorang wanita (terlihat perhiasan anting-anting yang masih melekat di daun telinga itu) diarahkan ke wajahmu, disaat itu kandunganmu mulai tampak besar.

Yang tak habis pikir, bahwa Jagal-jagal manusia itu adalah sahabat kecilmu sendiri pada saat belajar mengaji bersama di surau dekat rumahmu dan para pasukan yang berseragam lengkap…...!!

Perempuan itu kini sudah renta

Matamu kini mulai berkaca-kaca melanjutkan kisahmu,

Waktu ditidurkan diatas meja engkau terkencing-kencing, berdo’a dan mohon ampun akan tetapi merekapun malah tertawa terbahak-bahak dan membentak-bentak disertai caci makian.

Diam dan menangis, sesekali dirimu memberi pembelaan bahwa engkau adalah seorang pekerja seni (penari), engkau pernah diundang diacara pemudi fatayat, pemuda marhaen dan pernah juga di undang di acara Lekra. Apakah salah melestarikan kebudayaan Indonesia….yang diwariskan oleh leluhurnya…..!!

Perempuan itu kini sudah renta

Harta Benda yang tersisa saat itu hanyalah rumah tempatmu untuk berteduh. Sawah, kerbau, emas engkau serahkan kepada Jagal-jagal manusia itu agar dirimu tetap Hidup.

Sudah tidak ada lagi harapan untuk memperbaiki nama baikmu, di sosial masyarakat yang katanya beradab ini. Engkau hanya di tuduh, tanpa ada peradilan dikala itu. Benarkah tempat kelahiranmu adalah Negara Hukum….!!

Sudah tidak ada lagi wajah ceriamu, hanya kekuatan dirimu sendiri yang masih tersisa. Kuperhatikan dalam-dalam raut wajahmu masih nampak trauma kehidupan, bibirmu selalu berguman sendiri tanpa suara dikala kau merenung.

Perempuan itu kini sudah renta

Di akhir cerita engkau berpesan padaku;

Jangan pernah dendam anakku dan jadilah Manusia yang Beradab anakku…..
Biarkan itu menjadi kisah hidupku anakku dan jadilah Manusia yang Berfikir secara adil anakku…..
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
* diangkat dari tragedy kemanusiaan 1965-1966, daerah dataran rendah antara Lereng Gunung Lawu & Gunung Wilis.

NEGERI PARA BEDEBAH

Oleh: Adhie Massardi
Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala
Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah
Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan

Modern Moslem

Modern Moslem
wawasan religi modern