Pages

ALBUM

Senin, September 26, 2011

Kawah Putih

ditulis oleh : setyo ari kusmawan

Wilayah Kabupaten Bandung memiliki banyak tempat wisata yang menawarkan pemandangan yang indah beserta legenda-legenda yang menarik. Salah satunya adalah Kawah Putih terletak di Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung atau Bandung Selatan. Di kawasan ini terdapat objek wisata menarik lainnya yaitu Danau /situ patengan, pemandian air panas walini dan cimanggu.

Kita ulas mengenai kawah putih, karena perjalanan saya kali ini ke taman wisata kawah putih Bandung. Kawah Putih adalah sebuah danau kawah dari Gunung Patuha dengan ketinggian 2.434 meter di atas permukaan laut dengan suhu antara 8-22°C. Di puncak Gunung Patuha itulah terdapat Kawah Saat, saat berarti surut dalam Bahasa Sunda, yang berada di bagian barat dan di bawahnya Kawah Putih dengan ketinggian 2.194 meter di atas permukaan laut. Kedua kawah itu terbentuk akibat letusan yang terjadi pada sekitar abad X dan XII silam. Kawah Putih ini terletak sekitar 46 km dari Kota Bandung.

Legenda Kawah Putih

Gunung Patuha konon berasal dari nama Pak Tua atau ”Patua”. Masyarakat setempat sering menyebutnya dengan Gunung Sepuh. Dahulu masyarakat setempat menganggap kawasan Gunung Patuha dan Kawah Putih ini sebagai daerah yang angker, tidak seorang pun yang berani menjamah atau menuju ke sana. Konon karena angkernya, burung pun yang terbang melintas di atas kawah akan mati.

Misteri keindahan danau Kawah Putih baru terungkap pada tahun 1837 oleh seorang peneliti botanis Belanda kelahiran Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghuhn (1809-1864) yang melakukan penelitian di kawasan ini. Sebagai seorang ilmuwan, Junghuhn tidak mempercayai begitu saja cerita masyarakat setempat. Saat ia melakukan perjalanan penelitiannya menembus hutan belantara Gunung Patuha, akhirnya ia menemukan sebuah danau kawah yang sangat indah dan kemilau. Sebagaimana halnya sebuah kawah gunung, dari dalam danau keluar semburan aliran lava belerang beserta gas dan baunya yang menusuk hidung dan sampai saat ini bau belerang masih sangat kuat. Dari hal tersebut terungkap bahwa kandungan belerang yang sangat tinggi itulah yang menyebabkan burung enggan untuk terbang melintas di atas permukaan danau Kawah Putih.

Karena kandungan belerang di danau kawah tersebut sangat tinggi, pada zaman pemerintahan Belanda sempat dibangun pabrik belerang dengan nama Zwavel OntginingKawah Putih’. Kemudian pada zaman Jepang, usaha tersebut dilanjutkan dengan nama Kawah Putih Kenzanka Gokoya Ciwidey yang langsung berada di bawah penguasaan militer Jepang.

Sudah 2 kali saya ke kawah putih ini, yang pertama dengan teman-teman kantor disaat musim pancaroba dan kedua dengan keluarga ibu Indrayati Dudy Supriadi dari Jakarta. sampainya di kawah putih, saya pun tak lupa untuk mengambil spot-spot panorama yang sangat indah ini, begitu luar biasanya pemandangan hebat alam ciptaan Tuhan ini, air kawah yang hijau kemilau. Rasa syukur nikmat saya panjatkan karena masih diberi kesempatan untuk menikmati alam raya indonesia yang tak kalah oleh negara manapun. Dari kedua kunjunganku, jika ingin ke kawah putih saya pribadi menyarankan di saat musim pancaroba setelah musim Hujan, dimana air kawahnya sangat indah dan apabila anda berkunjung disaat kemarau air kawah akan surut tapi tidak mengurangi keindahan kawah putih. Saking indahnya kawah putih ini, sering di jadikan obyek foto pre wedding dan pembuatan film.

Jika masih ada bapak yang bermain kecapi ini, kita akan disuguhi alunan musik khas sunda, mengiringi kita untuk menikmati alam yang lestari. Mari teman-teman kita nikmati pesona alam indonesia kita.

Untuk menuju ke kawah putih, pengunjung dari Jakarta dapat melewati tol Cipularang terus menuju pintu keluar tol Kopo, ambil kanan menuju Soreang dan ke kota Ciwidey.

Transportasi Umum

jika menggunakan umum untuk menuju Ciwidey dari Bandung dapat ditemui di Terminal Leuwi Panjang. Setelah sampai di Kota Ciwidey maka perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan angkutan pedesaan tujuan Situ Patengan. Angkutan pedesaan yang menuju Situ Patengan ini melintasi objek-objek wisata yang ada di kawasan Ciwidey yaitu Perkebunan Strawberry, Kawah Putih, Ranca Upas, & kolam renang air panas Cimanggu. Untuk dapat menjelajahi dan menikmati keindahan alam kawasan Ciwidey dan sekitarnya rasanya tidak cukup hanya satu hari.

Terima kasih saya ucapkan kepada :

  1. Teman-Teman PT. Gerlad Dean Mandiri 2008 yang ikut touring ke kawah putih yang masih bekerja maupun yang sudah tidak bekerja lagi di PT. Gerald Dean Mandiri.
  2. Keluarga ibu Indrayati Dudy Supriadi dari Jakarta.

Sebagai informasi saat ini sbb;

Harga Tiket Masuk :

1 orang : Rp. 25.000 (jika menggunakan kendaraan yang disediakan oleh obyek wisata ke atas-PP sudah termasuk tiket)

Jika menggunakan kendaraan pribadi, dikenkan mobil: Rp. 150.000 + Rp. 15.000/orang.

Harga suatu saat bisa berubah, silahkan kalo yang mau update Harga tiket masuk di komentar...terima kasih..

Kamis, September 22, 2011

Karimun Jawa - The Dazzling Paradise

ditulis oleh : setyo arie kusmawan

Panorama alam laut di Indonesia sangatlah indah nan elok tidak kalah dengan wisata luar negeri salah satunya adalah Pulau Karimun Jawa, Karimun Jawa termasuk wilayah kabupaten Jepara Jawa Tengah. Untuk bisa sampai pulau karimun jawa harus ke pelabuhan Kartini Jepara terlabih dahulu dan menyeberang 6 jam menggunakan kapal feri Muria. Untuk jadwal kapal ini tidak tentu atau menyesuaikan jadwal dari pihak departemen perhubungan laut, ada juga kapal cepat Kartini, ini biasa operasi 2 kali dalam seminggu dapat ditempuh 2 jam dari pelabuhan kartini dan 4 jam dari pelabuhan tanjung mas Semarang jadwal juga menyesuaikan.

Jika kita menumpang kapal Muria, dengan waktu yang sangat panjang siap-siap saja kita mabuk laut apabila kita tidak biasa dalam perjalanan laut. Dalam perjalanan 6 jam sesampainya di dermaga karimun jawa kita akan di pertontonkan ikan lumba-lumba yang mengikuti kapal feri dan pantai dermaga karimun jawa yang sangat jernih.

Aku menginap di home stay Srikandi, saya bersama teman home stay berburu sunset di pantai Ujung Gelam dengan menaiki sepeda motor dengan jarak tempuh 6 km dari home stay.

Saya informasikan untuk penerangan di Pulau Karmun Jawa menggunakan PLTD (pembangkit listrik tenaga diesel) bantuan dari pemerintah jepara, mulai pagi jam 6 sampai jam 5 sore listrik akan padam dan akan menyala kembali pada malam hari. Kecuali hotel-hotel yang menggunakan alat penerangan sendiri.


Ke esok harinya saya dan kawan home stay menuju dermaga wisata laut, karena saya tidak ikut wisata Paket saya mencari guide untuk bergabung dengan wisata lainnya, akhirnya kami bisa berkeliling pulau sekitar karimun yang dituju pertama adalah pantai barat Pulau Menjangan Kecil.

Hanya kalimat Luar Biasa yang keluar dari mulut saya, sangat indah batu karang yang ada di pulau ini, sebagian besar adalah hard coral, kita melakukan snorkeling dan bergaya untuk foto underwater. Setelah puas kami melanjutkan ke Pulau Cemara Besar disini lagi-lagi disuguhi panorama yang sangat indah nan cantik pasir putih yang lembut dan air laut yang sangat jernih sekali tak sabar saya langsung menyeburkan diri. Saya bergerak untuk mengambil beberapa spot-spot alam yang cantik untuk ber foto ria. Untuk sesi selanjutnya guide dan pemilik kapal menyiapkan keperluan makan siang, dengan menu bakar ikan barak kuda yang sudah disiapkan oleh pemilik paket wisata sungguh luar biasa.

Selesainya makan siang di pulau cemara besar, kapal kita menuju pulau gosong saya pun heran kenapa bisa disebut pulau gosong cemara menurut penjelasan guide karena pulau ini sebuah gundukan tidak ada tumbuhan/pohon yang ada hanya terumbu karang. Disini lebih-lebih luar biasa terumbu karangnya, lagi-lagi kami snorkeling dan menikmati alam bawah laut yang sungguh sangat mempesona. Setelah puas menikmati terumbu karang bawah laut kapal kami menuju pantai ujung gelam disana banyak tenda-tenda biru penjual es kelapa muda dan yang lainnya, jika ingin menikmati sunset disinilah tempatnya, karena saya dan teman sudah menikmati sunset akhirnya diputuskan perjalan kita lanjutkan ke penangkaran Hiu, disitu kita bisa berenang dengan ikan Hiu muda. Setelah selesai kami pun pulang untuk kembali ke home stay karena waktu sudah petang.

Malam itu kami menikmati pulau karimun jawa dengan masyarakat yang ramah, kami menuju alun-alun untuk mencari makan malam dan belanja baju atau aksesories lainnya untuk oleh-oleh, setelah itu kami istirahat untuk persiapan ke esokkan harinya.


Pagi yang cerah untuk petualangan laut dilanjutkan, sasaran kami adalah pantai timur. Dengan beberapa team kami menuju pulau gosong, pulau gosong ini berbeda dengan pulau gosong yang di cemara, tidak ada pohon akan tetapi kelokan pasir putih nan elok ditengah-tengah laut menjadikan decak kagum tiada hentinya aku untuk memuji kebesaran Tuhan. Perjalan ini kita tempuh 1,5 jam dengan ombak yang cukup besar. Setelah kami menikmati lekukan pasir putih dan batu karang perjalanan dilanjutkkan ke pulau tengah untuk makan siang. Setalah itu kami melanjutkan ke pulau kecil untuk snorkeling lagi, disini air lautnya kurang jernih dan terumbu karangnya besar-besar. Setelah puas semuannya kita kembali ke dermaga wisata untuk kembali ke home stay dan bersiap-siap untuk kembali pulang.

Walau sebenarnya saya kurang untuk melakukan wisata laut disini karena masih banyak spot-spot lain yang belum dikunjungi seperti wisma apung, resort nirwana, makam sunan nyemplungan dll. tapi waktu jualah yang memisahkan keagungan alam ini dan diri saya. Mudah-mudahan suatu saat nanti aku akan kembali ke Karimun Jawa dengan penuh Pesona.

Saya banyak mengucapkan terima kasih kepada teman-teman;

- Keluarga Widyastomo dari Jakarta

- Kawan Dion, Hendra dan temannya dari Jakarta

- Kawan Aditya Gema Akbar dan Wandi dari semarang dan jogyakarta

- Kawan Eko, Hendra dan Lala dari Bali

- Kawan BramAditya dari Jakarta

- Tak lupa guide kami Mas Zhainudin alias mas Kebo.

Rabu, September 07, 2011

Mentari Karimun

oleh : setyo arie kusmawan

Kumenanti indahnya matahari sembunyi dan menghilang ditelan bumi…

Gemericik ombak pantai menghantar kenangan dalam imajinas...

Pesonamu membuat jantungku berdecak kencan...

Merah merona wajahmu diselimuti awan-awan…

Hembusan angin timur menandakan cinta mentari pada kuasa illahi...

Akankah aku akan dapat lagi menikmati mentari yang telah menari Rata Penuh

Akankah aku dapat memiliki seribu kenangan di alam karimun yang elok ini

Akankah aku dapat memeluk lembutnya pasir putih di pulau cemara yang asri

Penantian ini adalah seni dalam sebuah arti untuk damainya sebuah hati…..

Modern Moslem

Modern Moslem
wawasan religi modern